Posisi
Home > Berita > Sosialisasi Penguatan Pos Bantu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Blitar

Sosialisasi Penguatan Pos Bantu Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Blitar

DPPKBPPPA tetap serius untuk menangani masalah-masalah kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak. Dengan mengundang orang yang tergabung dalam Pos Bantu PPA (Perlindungan Perempuan dan Anak) di setiap kecamatan kali ini mereka menggelar pertemuan dengan bertajuk “Penguatan Kapasitas Pos Bantu PPA”.

Acara diselenggarakan di Kecamatan Sanankulon dengan total peserta 150 orang terdiri dari perangkat desa, tokoh masyarakat, tokoh agama, babinkatibmas, dll.

“Rencananya kegiatan ini akan diadakan di 4 kecamatan di tahun ini, dan sisa 18 kecamatan di tahun depannya. Karena kegiatan ini sangat penting untuk membangun kesadaran Pos Bantu PPA dalam menghadapi aduan pertama dari masyarakat terkait kasus-kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan masyarakat Kata Iin Indira selaku Kepala Seksi Perlindungan Perempuan dan Anak.

Narasumber yang dihadirkan dalam pertemuan ini berjumlah 2 orang yaitu Agustina Dwi Rahmawati, S.Psi  seorang Psikolog yang bekerja di RSD Mardi Waluyo dan Yulis Hastutik, dari BKH (Biro KonsulHukum) Super Setiti. Materi yang disampaikan berupa dasar hukum berupa undang-undang dan peraturan yang mengatur tentang kekerasan perempuan dan anak baik yang merupakan KDRT atau bukan. Berbagai contoh kasus dan penanganan dini terhadap aduan kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak. Mereka menghimbau kepada Pos Bantu PPA agar meningkatan kesadaran kepada masyarakat tentang aturan tegas KDRT dan hukuman bagi pelakunya. Serta menghimbau kepada masyarakat untuk tidak takut melapor atas kekerasan yang dilaminya. Karena bisa jadi solusi yang diberikan oleh pihak ketiga dan bantuan Psikologi yang diberikan oleh PPA DPPKBPPPA Kabupaten Blitar bisa menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi oleh masyarakat.

“Kami berharap kasus kekerasan pada perempuan dan anak menurun di setiap Tahunnya, Apalagi setelah kami luncurkan Program Bajuku Libas Dosa, tentu bukan karena masyarakat tidak melaporkan, tetapi kami sangat berharap kasus-kasus kekerasan benar-benar berkurang karena mereka (keluarga) sadar akan konsekuensinya” Kata Kepala DPPKBPPPA Wahid Rosidi.

Top