Posisi
Home > Berita > Kinerja IMP makin Amazing, Monitoring lewat Pertemuan Rutin

Kinerja IMP makin Amazing, Monitoring lewat Pertemuan Rutin

IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) merupakan Kelompok Pembantu TUgas PKB dalam meningkatkan keberhasilan dan kesuksesan Program KKBPK. Kader IMP terdiri dari PPKBD ( Pembantu Penyuluh KB Desa) yang tersebar di seluruh desa Kabupaten Blitar berjumlah 248 Kader serta Sub PPKBD ( Sub Pembatu PKB Desa) yang jumlahnya tidak sama antar kecamatan. Ada yang satu kader tiap desa, namun di sebagian kecamatan juga terdapat dua kader setiap Desa.

 

Sekarang ini, Kader IMP secara faktual telah lahir dan hadir namun belum nampak kompetensi yang dimiliki serta belum terlibat dan berperan serta secara aktif sebagaimana semestinya. Sehingga peningkatan peran dan kompetensi Kader IMP (PPKBD dan Sub PPKBD) menjadi  penting dan mendesak untuk menjawab semua kekurangan dan kelemahan yang ada dilapangan selama ini.

Dengan demikian agar para kader IMP mampu dalam menjalankan dan melaksanakan program serta kegiatan harus ditunjang dengan upaya peningkatan peran dan kompetensi dari kader IMP itu sendiri.

Adapun peran dan kompetensi yang dimaksud adalah sebagai berikut :

Pengorganisasian

Terbentuknya kepengurusan yang kolektif, agar dalam pembentukan kepengurusan ada pembagian kerja dalam menjalankan peran sehingga kepengurusannya bersifat kolektif.

Pertemuan Rutin

Terlaksananya pertemuan rutin antar pengurus, konsultasi pengurus dengan PKB/PLKB maupun dengan petugas lain yang terkait secara rutin, berkala dan berjenjang juga kepada sesama PPKBD, Sub-PPKBK, tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat. Pertemuan rutin merupakan wadah untuk menyampaikan informasi/data, bimbingan, pembinaan, evaluasi, pemecahan masalah dan saran dan solusi terhadap perencanaan program KKBPK di Desa/Kelurahan.

.

KIE dan Konseling

Terlaksananya kegiatan penyuluhan, motivasi dan konseling program KKBPK, dengan tujuan :

Mendorong peningkatan kesertaan KB masyarakat yang semakin mandiri dan lestari.

Mendorong peran serta dan kepedulian masyarakat untuk memberikan perhatian kepada kesehatan dan keselamatan ibu dan keluarganya.

Meningkatkan kesadaran dan kepedulian keluarga terhadap kesehatan reproduksi dalam rangka membina keharmonisan keluarga.

Meningkatkan ketahanan keluarga yang meliputi aspek keagamaan, pendidikan, sosial budaya, cinta kasih dan perlindungan dalam rangka mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Meningkatkan kesadaran keluarga tentang perlunya menerapkan pola asuh anak dengan memperhatikan tumbuh kembang anak balita secara optimal.

Meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga lansia dan keluarga yang memiliki anggota keluarga berusia diatas 60 tahun ke atas dalam pengembangan, pengasuhan, perawatan dan pemberdayaan lansia agar  dapat meningkatkan kesejahteraannya.

Meningkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan orang tua dan anggota keluarga lain dan membina tumbuh kembang anak dan remaja secara seimbang melalui komunikasi efektif antara orang tua dan anak remaja.

Mendorong keluarga agar mau dan mampu meningkatkan pendapatan keluarga melalui pemberdayaan ekonomi keluarga dalam rangka mewujudkan keluarga sejahtera.

Pencatatan, Pendataan dan Pemetaan Sasaran

Adanya laporan bulanan kepada PKB/PLKB tentang :

Kegiatan IMP melakukan pencatatan secara rutin dan ikut melaksanakan pendataan keluarga.

Kegiatan IMP Bersama Penyuluh KB membuat dan melakukan pemetaan sasaran (demografi, tahapan KS dan sebagainya).

Pemanfaatan hasil pendataan dan peta sasaran bagi kepentingan pembinaan di tingkat wilayahnya.

Intervensi kegiatan-kegiatan di wilayahnya berdasarkan peta PUS yang telah dibuat.

Pelayanan Kegiatan

Melakukan beberapa kegiatan, seperti :

Pembinaan tentang Pendewasaan Usia Perkawinan, antara lain usia ideal bagi pria dan wanita untuk menikah (25 dan 21 tahun), Kesehatan reproduksi, Penanggulangan HIV/AIDS dan Penyakit Menular Seksual,  Penyalahgunaan NAPZA dan lain sebagainya.

Pembinaan mengenai pengaturan kelahiran antara lain pemakaian alat kontrasepsi sesuai umur dan kondisi kesehatan ibu, jumlah anak, jarak kelahiran dan umur anak terkecil.

Pembinaan Ketahanan Keluarga (BKB, BKR, BKL).

Kemandirian

Mampu mencipatakan sistem kemandirian dalam menjalankan program melalui beberapa program, seperti :

Upaya pendanaan kelompok melalui iuran dan penjualan produk lokal.

Mendorong kemandirian kelompok kegiatan dalam memfasilitasi pelayanan  KB.

Menciptakan “arisan program” sebagai wujud penggerakan masyarakat

Peningkatan pemahaman dan peran kader IMP

Melaksanakan kegiatan upgrading melalui Workshop dan simulasi secara berkala.

REKOMENDASI

Membuat program tambahan sehingga keterlibatan, peran aktif dan kompetensi Kader IMP meningkat.

Kolaborasi yang efektif antar stakeholder  menjadi senjata utama dalam mendukung keberhasilan program KKBPK, mengingat setiap kader IMP pasti memiliki kekurangan, sehingga dengan metode kolaborasi, antara satu dengan yang lainnya dapat saling melengkapi.

Membentuk Forum Komunikasi Kader IMP Tingkat Kabupaten

Menyediakan rumah baca di Ibu Kota Kecamatan se-Kabupaten.

Pertemuan dengan kader IMP setiap Desa. Pertemuan dengan kader IMP (Institusi Masyarakat Pedesaan) yang terdiri dari PPKBD dan.Sub PPKBD rutin dilaksanakan di setiap kecamatan. Pada hari ini, Kamis, 23 Januari 2020 Yang mengadakan pertemuan rutin dengan kader IMP antara lain Kecamatan Kanigoro, Kecamatan Sanankulon, Kecamatan Sutojayan dan Kecamatan Wlingi. Pertemuan ini bertujuan untuk memotivasi para kader dalam mencari akseptor KB baru utama bagi PUS (pasangan usia subur) yang tergolong dalam Unmeetneed.

Top