Posisi
Home > Berita > Bekali Kader dengan Materi Berkualitas, BKB Siap Bergerak!

Bekali Kader dengan Materi Berkualitas, BKB Siap Bergerak!

Kelompok Bina Keluarga Balita (BKB) merupakan salah satu bentuk kelompok kegiatan yang menjadi salah satu program unggulan BKKBN. Sebelum mengupas lebih dalam, ada baiknya kita awali dengan pengertian BKB itu sendiri. Apa definisi kelompok BKB?

Bina keluarga balita adalah kegiatan yang khusus mengelola tentang  pembinaan tumbuh kembang anak melalui pola asuh yang benar berdasarkan kelompok umur, yang dilaksanakan oleh sejumlah kader dan berada ditingkat RW. (Pedoman Pembinaan Kelompok Bina Keluarga Balita Tahun 2006)

Di setiap Desa terdapat BKB yang kegiatannya bergandengan dengan jadwal Posyandu setiap bulan. BKB sendiri sasarannya adalah orang tua Balita agar memiliki pengetahuan yang lebih banyak mengenai pola asuh yang benar, tumbuh kembang balita, sampai pada pengarahan untuk mengikuti kontrasepsi jangka panjang agar pengasuhan terhadap balita bisa maksimal dan tidak mengalami kehamilan dengan jarak yang terlalu dekat.

Kader BKB sendiri rutin dibina oleh PKB (penyuluh KB) di setiap Kecamatan untuk menambah wawasan dalam melakukan pembinaan kepada orang tua Balita. Pada Selasa, 28 Januari 2020, Salah satu Kecamatan sedang melaksanakan Pembinaan kepada Kader BKB bertempat di Kantor Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro.

45 orang kader ini mendapatkan pembekalan materi dari  PKB Kanigoro Drs Munjatin, MM dan Dhidit Heriyanto, SE tentang Penanaman Konsep diri anak dari orang tua.

Konsep diri adalah gambaran diri seseorang tentang ciri ciri yang di miliki. Konsep diri berkembang sejak sejak bayi hingga dewasa .
CONTOH .
waktu kecil mungkin lucu ,ceria,lincah
Waktu remaja jadi manis,ramah,gesit.
Waktu dewasa jadi anggun ,santun,cekatan,
Setiap orang berbeda beda

  • Pertama, orangtua mengkomunikasikan dengan jelas penerimaan mereka terhadap anak-anaknya. Anak-anak tahu bahwa mereka bagian dari keluarga yang dihargai dan diperhatikan.
  • Kedua, orangtua memberikan kebebasan, tetapi menunjukkan dengan jelas batas-batas kebebasan itu.
  • Ketiga, orangtua menghormati individualitas anak. Mereka menerima perbedaan keunikan anak-anaknya dalam batas-batas struktur yang jelas. Orangtua menghargai bukan hanya anak yang punya kecerdasan matematis, tetapi juga anak yang punya kecerdasan visual, atau musikal.
Top